@bangsal IRNA RSUP Fatmawati
lantai 4 selatan, Rabu, 29 Juni 2011, pukul 22.00 WIB
Tak tau kenapa, semenjak ada
berita mengejutkan itu, tak sabar rasanya hati ini ingin segera pulang,
menengok si gadis mungil itu yang ternyata besok dia menjadi sosok wanita
sempurna mengikuti jejak langkah sunnah rasulullah yang mulia bersama siti
khadijah r.a, sayidah aisyah r.a dan beberapa lagi yang lainnya. Proses
khithbah yang dilaksanakan beberapa bulan lalu rasanya sangat menampar pipi, mengagetkan..
dia, seseorang yang sangat akrab dan teman bermain sejak kecil akhirnya
menemukan kebahagian lain di kehidupan barunya.
Tak
tau juga kenapa, aku bahkan merasa lebih heboh dibandingkan dia, jauh-jauh hari
merencanakan kostum dari baju, kerudung sampai sepatu, make up, asesoris dan
lain sebagainya seakan-akan tak mau ketinggalan, sampai aku turut serta
menentukan tanggal dan memaksa untuk tetap mengadakannya bulan September 2011,
karena bulan itu aku pulang. Meskipun aku tahu kehadiranku nanti sama sekali
tak akan disorot, sambil mendendam ringan dalam hati “ah sial, bocah tengil itu
mendahuluiku….”
Siapapun
orang yang mengasuhnya kala itu, bulek M adalah orang yang paling lama
mengasuhnya sedari kecil, dengan sabar dan ikhlasnya beliau yang hingga
sekarang tak dikarunai anak itu merawatnya hingga menjadi gadis yang dewasa.
Tak heran jika beliau sangat berarti untuk bocah ini. Bocah kecil yang berusia
4 tahun dulu itu, masih tak mau melepaskan dot susu yang berisi teh untuk bekal
ke sekolah setiap hari. Hingga sudah kelas 2 SD pun masih tak mau melepas dot
berisi teh itu, akhirnya dengan rasa sedikit iba dan tak tega, kebohongan itu
terpaksa dilakukan untuk tujuan mendidik. “dek, dot itu dilindas mobil lek K”,
sehingga menangislah bocah itu. Sejak itulah dia tidak lagi membawa dot itu
lagi ke sekolah.. (malu2in ih…..)
Sebuah
foto di album merahku menggambarkan 2 orang anak kecil berbusana muslim dengan
corak dan model yang sama berwarna hitam-merah bermotif kotak-kotak, duduk di
tangga depan rumah samping toko dan kamar mandi luar di bawah pohon keres,
mengingatkanku 15 tahun lalu ketika kami pulang dari mengaji TPA, setiap hari
kami bermain sepeda, kemudian kami menyempatkan waktu mengunjungi sebuah toko
rujak yu Q di barat musholla pak F, kemudian malam hari kami belajar bersama
dengan teman-teman yang lain di rumah mbak I, lalu kami menonton sinetron
sampai larut malam, kemudian pagi-pagi mandi bersama dengan air ruam-ruam kuku.
ah..terlalu banyak kenangan manis kulalui bersamanya. Tak akan cukup aku
bercerita di sini.
Hobi
kami adalah bermain boneka, bukan boneka Barbie seperti halnya mainan anak-anak
sekarang, tapi boneka yang kami buat sendiri dari daun pisang, bermain
dagangan, ada yang menjual dan ada yang membeli dengan menggunakan uang daun, seakan
merasa hari tua nya nanti kami akan menjadi pedagang. bersamanyalah aku lewati
hari-hari masa kecilku dengan semua aktifitas yang tak akan bosan dikerjakan
meski sudah terlampau sering. Aku sangat gondok dan kesal jika ditinggalnya
pergi begitu saja dan jika tidak diajaknya. Dia memiliki pribadi yang
periang, sehingga tak akan bosan orang
yang dekat dengannya, termasuk aku.
Tak ada yang istimewa. Bocah penggemar pecel
sayur itu terlalu sederhana dalam bertutur kata, dalam bersikap, dan berpakaian.
Supel dalam pergaulannya. Tak ayal banyak teman yang menyukainya. Sejak kecil
sampai sekarang, teman2 yang dia punya tak pernah terpecah. Sempat dalam hatiku
iri terhadapnya, aku ingin memiliki teman yang banyak sama pula dengannya. kala
itu dia bersama teman-temannya sedang main loncat tali, dengan hasrat
keanak-anakan, aku ingin sekali bergabung, tapi sialnya, waktu kecil aku
terlalu cengeng dan terlalu egois sehingga tak satupun dari mereka mau
menerimaku dan sekongkol mengeluarkanku dari permainan itu. Hal itulah yang
menjadi kelebihannya.
Bocah
yang tumbuh menjadi gadis remaja mulai pula mengenal apa yang namanya cinta.
Cinta memang tak akan pernah bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Jadi
terserah anda mau mengartikan apa itu cinta. Seperti layaknya seorang manusia
lain, dia juga pernah merasakan yang indahnya jatuh cinta, namun kenyataannya
rasa itu ia pendam dan tak mau ia ungkapkan ke yang lain. Dia merasa terlalu
over PD jika sesuatu itu diungkapkan, toh belum tentu dengan lelaki itu ia akan
bersama nanti. Takut jika diungkapkan dan disampaikan kepada orangnya akan
merubah kepada keadaan yang sama sekali tidak diinginkan. Seperti itu pulalah
sosok wanita perindu syurga, tak mau bermain dengan permainan dunia semata. Tak
neko-neko harapannya, dia hanya menginginkan pasangan hidup yang bisa
membawanya kepada kebahagiaan yang hakiki.
20
tahun kebersamaan kami itu rasanya sekarang berakhir ditutup dengan sebuah
momen yang sangat mengharukan, tak akan ada lagi tawanya bersamaku, tak akan
ada lagi waktu bersenang-senangnya bersamaku seperti halnya dulu, bermain
kempyeng, abak’an, loncat tali, bersepeda, jalan, keliling mall sampai pasar,
makan, karaokean, semua itu kini akan
menjadi kenangan yang akan selalu tersimpan.
Tak sepantasnya aku sedih akan hal ini, karena dia akan mendapatkan
kebahagiaan itu, dan aku tahu di tengah bahagianya dalam kehidupan nanti, masih
akan ada waktu untukku, aku yakin itu.
Mungkin
dia tidak mengharapkan apa-apa dariku, dengan kehadiranku saja sudah sangat
berarti untuknya. Aku tak bisa memberi apa-apa, hanya catatan kecilku ini saja
yang aku buat untuknya, semoga do’aku bisa menjadi kado terindah untuknya.
“…..
dek, 20 tahun kita bersama meninggalkan kenangan manis yang tak terhitung
jumlahnya, Allah selalu mendengar do’amu, dalam setiap tangis dan shalatmu,
Allah selalu menjagamu, melimpahkan semua rahmat untukmu, Allah tak pernah
lengah dari perhatianNya terhadapmu, dalam setiap gerak amal hidupmu, selalu
terlimpahkan barakah..
Dek,
mungkin sekarang tak pantas lagi kita membuang energi kita untuk hal-hal yang
kita pernah lakukan di masa-masa sebelumnya, karena ternyata kini kau sudah
memiliki tanggungjawab penuh untuk sesuatu yang lebih indah. Allah akan selalu
menyayangimu dalam semua amalmu untuknya, dia adalah sumber dan ladang
ibadahmu. Lakukanlah apa yang sayyidina Aisyah r.a lakukan terhadap nabi
Muhammad SAW, syurga akan selalu menantimu.
Dek,
tidak ada yang bisa aku berikan, hanya do’a untukmu, semoga kau bahagia, semoga
kau bisa membawa trofi kemenangan seorang wanita mulia dengan gelar istri
shalihah, semoga tidak ada kendala dalam jalan hidupmu bersamanya, semoga
menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah selamanya, hingga akhirnya
dia bisa mengantarmu ke pintu syurga manapun yang kau pilih……. Amin amiin yaa
rabbal alamiinn……”
لكما و بارك عليڪما و جمع بينكما في
خير بارك الله
Tidak ada komentar:
Posting Komentar