mencoba menorehkan sebuah tinta hitam kehidupan... karena sejarah dicatat hanya dengan dua nuansa warna.. merah darah para pejuang dan tinta hitam para penulis....

Sabtu, 15 Desember 2012

HAPPY WEDDING DAY OUR FUNNY GIRL


@bangsal IRNA RSUP Fatmawati lantai 4 selatan, Rabu, 29 Juni 2011, pukul 22.00 WIB
Tak tau kenapa, semenjak ada berita mengejutkan itu, tak sabar rasanya hati ini ingin segera pulang, menengok si gadis mungil itu yang ternyata besok dia menjadi sosok wanita sempurna mengikuti jejak langkah sunnah rasulullah yang mulia bersama siti khadijah r.a, sayidah aisyah r.a dan beberapa lagi yang lainnya. Proses khithbah yang dilaksanakan beberapa bulan lalu rasanya sangat menampar pipi, mengagetkan.. dia, seseorang yang sangat akrab dan teman bermain sejak kecil akhirnya menemukan kebahagian lain di kehidupan barunya.
Tak tau juga kenapa, aku bahkan merasa lebih heboh dibandingkan dia, jauh-jauh hari merencanakan kostum dari baju, kerudung sampai sepatu, make up, asesoris dan lain sebagainya seakan-akan tak mau ketinggalan, sampai aku turut serta menentukan tanggal dan memaksa untuk tetap mengadakannya bulan September 2011, karena bulan itu aku pulang. Meskipun aku tahu kehadiranku nanti sama sekali tak akan disorot, sambil mendendam ringan dalam hati “ah sial, bocah tengil itu mendahuluiku….”
Siapapun orang yang mengasuhnya kala itu, bulek M adalah orang yang paling lama mengasuhnya sedari kecil, dengan sabar dan ikhlasnya beliau yang hingga sekarang tak dikarunai anak itu merawatnya hingga menjadi gadis yang dewasa. Tak heran jika beliau sangat berarti untuk bocah ini. Bocah kecil yang berusia 4 tahun dulu itu, masih tak mau melepaskan dot susu yang berisi teh untuk bekal ke sekolah setiap hari. Hingga sudah kelas 2 SD pun masih tak mau melepas dot berisi teh itu, akhirnya dengan rasa sedikit iba dan tak tega, kebohongan itu terpaksa dilakukan untuk tujuan mendidik. “dek, dot itu dilindas mobil lek K”, sehingga menangislah bocah itu. Sejak itulah dia tidak lagi membawa dot itu lagi ke sekolah.. (malu2in ih…..)
Sebuah foto di album merahku menggambarkan 2 orang anak kecil berbusana muslim dengan corak dan model yang sama berwarna hitam-merah bermotif kotak-kotak, duduk di tangga depan rumah samping toko dan kamar mandi luar di bawah pohon keres, mengingatkanku 15 tahun lalu ketika kami pulang dari mengaji TPA, setiap hari kami bermain sepeda, kemudian kami menyempatkan waktu mengunjungi sebuah toko rujak yu Q di barat musholla pak F, kemudian malam hari kami belajar bersama dengan teman-teman yang lain di rumah mbak I, lalu kami menonton sinetron sampai larut malam, kemudian pagi-pagi mandi bersama dengan air ruam-ruam kuku. ah..terlalu banyak kenangan manis kulalui bersamanya. Tak akan cukup aku bercerita di sini.
Hobi kami adalah bermain boneka, bukan boneka Barbie seperti halnya mainan anak-anak sekarang, tapi boneka yang kami buat sendiri dari daun pisang, bermain dagangan, ada yang menjual dan ada yang membeli dengan menggunakan uang daun, seakan merasa hari tua nya nanti kami akan menjadi pedagang. bersamanyalah aku lewati hari-hari masa kecilku dengan semua aktifitas yang tak akan bosan dikerjakan meski sudah terlampau sering. Aku sangat gondok dan kesal jika ditinggalnya pergi begitu saja dan jika tidak diajaknya. Dia memiliki pribadi yang periang,  sehingga tak akan bosan orang yang dekat dengannya, termasuk aku.
 Tak ada yang istimewa. Bocah penggemar pecel sayur itu terlalu sederhana dalam bertutur kata, dalam bersikap, dan berpakaian. Supel dalam pergaulannya. Tak ayal banyak teman yang menyukainya. Sejak kecil sampai sekarang, teman2 yang dia punya tak pernah terpecah. Sempat dalam hatiku iri terhadapnya, aku ingin memiliki teman yang banyak sama pula dengannya. kala itu dia bersama teman-temannya sedang main loncat tali, dengan hasrat keanak-anakan, aku ingin sekali bergabung, tapi sialnya, waktu kecil aku terlalu cengeng dan terlalu egois sehingga tak satupun dari mereka mau menerimaku dan sekongkol mengeluarkanku dari permainan itu. Hal itulah yang menjadi kelebihannya.
Bocah yang tumbuh menjadi gadis remaja mulai pula mengenal apa yang namanya cinta. Cinta memang tak akan pernah bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Jadi terserah anda mau mengartikan apa itu cinta. Seperti layaknya seorang manusia lain, dia juga pernah merasakan yang indahnya jatuh cinta, namun kenyataannya rasa itu ia pendam dan tak mau ia ungkapkan ke yang lain. Dia merasa terlalu over PD jika sesuatu itu diungkapkan, toh belum tentu dengan lelaki itu ia akan bersama nanti. Takut jika diungkapkan dan disampaikan kepada orangnya akan merubah kepada keadaan yang sama sekali tidak diinginkan. Seperti itu pulalah sosok wanita perindu syurga, tak mau bermain dengan permainan dunia semata. Tak neko-neko harapannya, dia hanya menginginkan pasangan hidup yang bisa membawanya kepada kebahagiaan yang hakiki.
20 tahun kebersamaan kami itu rasanya sekarang berakhir ditutup dengan sebuah momen yang sangat mengharukan, tak akan ada lagi tawanya bersamaku, tak akan ada lagi waktu bersenang-senangnya bersamaku seperti halnya dulu, bermain kempyeng, abak’an, loncat tali, bersepeda, jalan, keliling mall sampai pasar, makan, karaokean,  semua itu kini akan menjadi kenangan yang akan selalu tersimpan.  Tak sepantasnya aku sedih akan hal ini, karena dia akan mendapatkan kebahagiaan itu, dan aku tahu di tengah bahagianya dalam kehidupan nanti, masih akan ada waktu untukku, aku yakin itu.
Mungkin dia tidak mengharapkan apa-apa dariku, dengan kehadiranku saja sudah sangat berarti untuknya. Aku tak bisa memberi apa-apa, hanya catatan kecilku ini saja yang aku buat untuknya, semoga do’aku bisa menjadi kado terindah untuknya.
“….. dek, 20 tahun kita bersama meninggalkan kenangan manis yang tak terhitung jumlahnya, Allah selalu mendengar do’amu, dalam setiap tangis dan shalatmu, Allah selalu menjagamu, melimpahkan semua rahmat untukmu, Allah tak pernah lengah dari perhatianNya terhadapmu, dalam setiap gerak amal hidupmu, selalu terlimpahkan barakah..
Dek, mungkin sekarang tak pantas lagi kita membuang energi kita untuk hal-hal yang kita pernah lakukan di masa-masa sebelumnya, karena ternyata kini kau sudah memiliki tanggungjawab penuh untuk sesuatu yang lebih indah. Allah akan selalu menyayangimu dalam semua amalmu untuknya, dia adalah sumber dan ladang ibadahmu. Lakukanlah apa yang sayyidina Aisyah r.a lakukan terhadap nabi Muhammad SAW, syurga akan selalu menantimu.
Dek, tidak ada yang bisa aku berikan, hanya do’a untukmu, semoga kau bahagia, semoga kau bisa membawa trofi kemenangan seorang wanita mulia dengan gelar istri shalihah, semoga tidak ada kendala dalam jalan hidupmu bersamanya, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah selamanya, hingga akhirnya dia bisa mengantarmu ke pintu syurga manapun yang kau pilih……. Amin amiin yaa rabbal alamiinn……”

لكما و بارك عليڪما و جمع بينكما في خير بارك الله

Tidak ada komentar:

Posting Komentar