dalam bisu layaknya patung
dalam harap yang tak berujung
dalam doa yang tak terhitung
entah malaikat apa yang selalu membisiki
mamasuki dan merasuk dalam lubuk hati
hingga keyakinan ini amatlah terpatri
tak goyah oleh beribu ambisi
jika bukan kau imamku nanti
hapuslah segala keyakinan ini
meski sudah menancap tajam
meski sudah mengakar dalam
ku ingin kau tetap menjadi pangeran sejati
menebarkan panji-panji islam tiap derap langkah kaki
tidak pantang oleh hawa nafsu birahi
kasih Allah selalu menyelimuti
sampai akhir hayatmu nanti....
Jakarta,
15 Oktober 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar