mencoba menorehkan sebuah tinta hitam kehidupan... karena sejarah dicatat hanya dengan dua nuansa warna.. merah darah para pejuang dan tinta hitam para penulis....

Sabtu, 15 Desember 2012

LAA IKRAAHA FIDDIN


“Tidak ada paksaan dalam agama”
Ya, kalimat itu sudah seringkali kita dengar. Tetapi apakah itu berarti seperti ini?
 “gue mau shalat atau gak, mau berjilbab atau gak, suka-suka gue dong.. kan tidak ada paksaan dalam agama. Dalam agama harus sepenuh hati, menjalaninya dengan IKHLAS”
Ketika mendengar kalimat itu, saya merasa takut jika banyak orang berfikiran yang sama. Benak saya langsung seketika berjalan mundur pada suatu memori dalam sebuah masjid dengan jama’ah kajian tafsir qur’an, saya menyaksikan seorang muallaf mengucapkan kalimat “asyhaduanlaa ilaahaillallah, wa asyhadu anna muhammadan rasulullah”, meski sambil tertatih-tatih membacanya, namun terdengar begitu dalam dan menunjukkan suatu niat yang tulus. Sang ustadz terus melatihnya dengan al-qur’an di atasnya. Meski merinding mendengar dua kalimat syahadat itu diucapkan, namun ada rasa bahagia dan perasaan menang. Ketika itu ustadz bertanya “apa anda siap masuk islam? Siap menerima segala aturan di dalamnya?” dengan segala kepasrahan muallaf itupun menjawab “saya siap”
Kemudian ustadz itu menjelaskan bahwa “laa ikrooha fiddin”, tidak ada paksaan dalam agama. Terserah kamu mau masuk islam, Kristen, hindu, budha, atau agama lain, maka tidak ada paksaan. tetapi jika kamu sudah masuk ke dalam suatu agama, maka wajib hukumnya mengikuti aturan yang ada di dalamnya.
Sama halnya ketika memilih universitas, kita diberi kebebasan memilih apakah universitas islam, universitas Indonesia, dll. Namun ketika kita sudah memasuki universitas tersebut maka wajib hukumnya kita mematuhi aturan di dalamnya. Contoh saja adanya aturan berjilbab pada universitas islam. Wah,, sungguh menakjubkan. Semua mahasiswanya berjilbab, tetapi ketika diluar, saya tak tau.
Begitu hebatnya sebuah universitas islam yang hanya memiliki gedung bertingkat satu lokal. Mahasiswanya begitu taat dan patuh karena takut terhadap konsekuensi akademisnya. Sedangkan jika dibandingkan dengan Allah, maka universitas itu bukanlah apa-apa dan tidak bisa dibandingkan sama sekali, mereka hanya memberikan harapan masa depan cerah meski semua keputusan adalah hak veto Allah, tapi tak sadarkah kita atau lupakah kita bahwa Allahlah yang punya segala isi dunia dan akhirat. Dan jika melanggar perintahNya, hukumannya jauh lebih besar dibandingkan sekedar konsekuensi akademis. Tapi mengapa kita lebih bisa taat pada peraturan lokal? Mengapa kita hanya berkerudung saat hanya di kampus?
Jika begitu, bukankah itu sama halnya dengan kisah seorang perempuan bernama saidah al-usdiyah? Bahkan Allah mengukuhkannya dalam al-qur’an surat an-nahl. “janganlah engkau seperti seorang perempuan yang memintal benang kemudian mengurainya lagi”.
                                                                                                ***

Seringkali kalimat tersebut ternyata menjadi senjata buat ngeles. Dan bahkan menyebut-nyebut kata ikhlas. Sudah tau “ikhlas” itu ilmu yang paling susah diaplikasikan, tetapi masih tetap saja buat senjata ngeles.
Kalau nunggu sampe ikhlas, mau kapan kita mendirikan shalat? Mau kapan kita berjilbab? Mau kapan kita berbuat baik? Padahal ajal tak pernah memberi kabar kapan ia datang, malaikat izrail tak pernah memberi aba-aba kapan ia akan mencabut nyawamu.
Kebaikan itu tak memperdulikan niat awal kita seperti apa. Bahkan jika kita mau berjilbab agar dilirik sama si A, kita mau shalat agar saat itu kita mendapatkan keberuntungan duniawi. Niatan-niatan itu memang salah, tetapi kebaikan itu memerlukan sebuah habits yang kita bentuk, meskipun awalnya setengah maksa, maka lama-kelamaan niat ikhlas sedikit demi sedikit bisa dipelajari. Daripada dari awal tak pernah mau berjilbab, tak pernah mau shalat karena paksaan, mau sampai kapan kita mendapatkan keikhlasan jika tak dicoba untuk dilatih?
Tapi masih saja ada yang berdalih “saya lebih suka melihat cewek yang hatinya baik meskipun tidak berjilbab, daripada yang berjilbab tapi hatinya busuk”. Taukah kamu bahwa Berjilbab tak selalu berbanding lurus dengan kebaikan.  Tetapi setidaknya belajar berjilbab juga belajar untuk mematuhi ajaran kebaikan. Namanya juga masih belajar, dan ilmu ikhlas itu (tak perlu saya ulang berkali-kali), ilmu yang paling susah aplikasinya. Jadi terkadang, lebih baik berjilbab kemudian dia sedikit demi sedikit belajar kebaikan, daripada tak berjilbab dan akhirnya tak sama sekali belajar kebaikan.  
Jika kebaikan bukanlah hal yang susah dan menuntut kita untuk memaksa, maka akan sulit mencari orang jahat di dunia ini. Karena naluri manusia cenderung lebih condong kepada hal yang enak-enak. Sedangkan kita itu manusia hanya makhluk yang lemah, sehingga perlu effort untuk memaksakan suatu kebaikan.
Tapi bukan hal itu yang penting. Namun adalah bagaimana islam itu merupakan agama yang universal Maka tidak bisa kita pisahkan satu-satu, mengambil hanya sosialnya saja dengan melihat hubungan kemanusiaannya baik, tidak bisa kita menilai kualitas islam seseorang baik karena dia berbuat baik kepada sesamanya saja, atau tidak bisa juga kita sebut kualitas islam seseorang baik karena dia rajin shalat dan puasa saja, tetapi islam agama yang universal meliputi seluruh aspek  ekonomi, sosial, budaya, seni, moral, dan sisi kehidupan lainnya, jadi ikutilah agama islam secara kaaffah (menyeluruh).. jangan setengah-setengah!

Sempurnanya prajurit imun ciptaan Allah


Tahukah kamu berapa harga oksigen satu tabung? Rp.25.000,-/ liter. Kebutuhan manusia terhadap oksigen dalam sehari adalah sekitar 6.000 liter/ hari. Pernahkah kamu membayangkan jika dihitung 6.000 liter kali Rp.25.000,- maka kebutuhan kita terhadap oksigen dalam sehari bisa menghabiskan uang sekitar Rp 150.000.000,-/hari. Tetapi Allah memberikannya gratis, itu baru kebutuhan terhadap oksigen, sedangkan kebutuhan tubuh kita begitu banyak, namun begitu juga Allah memberikannya gratis kepada kita. Betapa Maha pemurahnya.
Dari situ, saya teringat ciptaan Allah yang lain. Jika kamu mengetahui ini, mungkin kamu juga tidak bisa berhenti mengucapkan kata “subhanallah”. Betapa hebat dan sempurnanya Allah menciptakan prajurit imun dalam tubuh kita dari ujung rambut sampai ujung kaki, dari kulit terluar, organ-organ dalam sampai tingkat sel dan molekuler.
Pernahkah kalian merenung mengapa kalian bisa bersin? Dan mengapa setelah bersin kita harus mengucapkan “alhamdulillah?” Allah menciptakan kita bisa bersin ada maksud baiknya. Bersin itu menandakan adanya kuman mikroorganisme atau benda asing yang masuk dalam tubuh kita melalui saluran pernafasan, tetapi saluran pernafasan kita memiliki lendir dan bulu-bulu kecil. Bulu kecil bekerja menyapu keluar kuman dan benda asing tersebut, sedangkan lendir dimaksudkan agar benda asing atau mikroorganisme itu menempel dan tidak sampai ke saluran pernafasan paling bawah, yaitu paru-paru. Makanya jangan mengeluh kalau kalian keluar lendir tiap pagi dari hidung, justru kita harus bersyukur bahwa system pertahanan kita berjalan dengan baik. Apa jadinya jika kita tidak punya lendir dan bulu-bulu kecil? Paru-paru kita akan cepat rusak diisi oleh kuman dan benda asing.  Ini baru contoh dari salah satu pertahanan fisik. Belum sampai kimiawi sampai tingkat sel. Maka dari ciptaan Allah manakan yang kamu dustakan?
Dan mungkinkah Allah menciptakan air mata hanya agar kita bisa menangis? Itu salah besar bung… air mata yang dikeluarkan tiap hari oleh kelenjar air mata kita adalah untuk melembabkan agar mata kita tidak mudah terkena iritasi, selain itu air mata mengandung enzim lisozim yang berfungsi untuk membunuh kuman atau benda asing yang masuk. Pernah tidak kalian mengalami mata kita kemasukan benda asing? Maka tubuh kita akan dengan sendirinya mengeluarkan sistem pertahanannya dengan cara meningkatkan produksinya.
Selain fisik, Allah juga menciptakan pertahanan kimiawi. Contohnya adalah pH (keasaman). Allah memberikan keasaman pada lambung kita sekitar 1,5-3,5 agar makanan bisa dirusak dan dicerna. Bagaimana cara kita bersyukur? Yang suka telat makan, lagi-lagi sadar dirilaahh.. heheheee… karena di dalam lambung kita terdapat kuman helicobacter pillory yang bisa mengiritasi mukosa lambung jika pH lambung kita terlalu asam yang bisa dipengaruhi oleh telat makan, atau makan makanan yang bisa memicu meningkatnya asam lambung.
Begitu juga dengan kulit. Allah menciptakan pH tertentu untuk bagian tubuh kita, di kulit Allah meciptakan pH 4,2-6,5. Untuk itu kita harus menjaga ciptaan Allah ini dengan menstabilkan pH, caranya bagaimana? Ya kalo yang jarang-jarang mandi, sadar dirilah kalian… hehehe.. jangan terlalu jarang atau terlalu sering, karena dengan kita menjaga pH dalam range normal, kuman di kulit kita akan tenang dan aman, tetapi jika pH lebih atau kurang dari itu, kuman di kulit kita bisa berkembang biak dan bisa menjadi kuman yang merusak kulit kita.nah kena lagi kan.. berbicara masalah kulit, sebenernya kulit kita terdiri dari 7 lapisan, udah pada belajar semua kan di SMA? Lapisan paling atas itu adalah keratin yang merupakan lapisan kulit mati, tidak ada vaskularisasi pembuluh darah, dan tidak ada air, sehingga kuman pathogen sulit hidup di sana. selain itu pertahanan biologi dalam kulit kita yaitu adanya interaksi kuman yang ada di tubuh kita dengan kuman pathogen dalam berebut makanan. Dan lingkungan keasaman bisa mempengaruhi dominasi kuman tersebut.
Tadi baru pertahanan fisik dan kimia dalam tubuh kita, untuk selanjutnya kita masuk dalam pertahanan seluler dalam tubuh kita. Kita tahu bahwa tubuh kita bisa bergerak karena beberapa mesin yang bekerja sama, yaitu sistem organ, seperti sistem keseimbangan, sistem pernafasan, sistem peredaran darah, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan sistem pada otot dan tulang. Sistem organ tersebut bekerja karena terdiri dari organ-organ yang terdiri dari jaringan-jaringan yang kemudian terdiri dari sel-sel. Mungkin akan membutuhkan kerja sedikit lebih keras dari otak kiri kita untuk memahaminya, dan mungkin akan lebih takjub lagi kita akan ciptaan-Nya. Senang kan rasanya bisa memahami sedikit dari begitu banyak rahasia ayat-ayat kauniyah Allah yang belum kita ketahui, apalagi jika ditambah kita bisa mensyukurinya.
Pertahanan tubuh kita itu ada yang spesifik menyerang antigen tertentu, namun ada juga yang tidak spesifik, sehingga ibarat satpam, polisi, dsb itu bisa menyerang siapa pun yang tidak sesuai dengan aturan. Sedangkan ada agen-agen tertentu yang menyerang orang-orang tertentu, misalnya dewan KPK menangani hanya orang-orang yang korupsi. Nahh agen-agen yang non spesifik ini biasanya keluar terlebih dahulu dibandingkan yang non spesifik. siapakah agen-agen non spesifik itu?
Salah satu agen non spesifik adalah peranan dari sistem peradangan. Jika tubuh kita terkena sesuatu, misalnya teriris, atau ada luka, maka respon tubuh kita adalah mengeluarkan sel-sel yang tidak spesifik itu. Sebut saja namanya makrofag, si makrofag ini peka sekali dan cepat tanggap terhadap adanya luka di tubuh kita, dia akan memakan semua benda asing atau kuman yang masuk dari luar tubuh melalui luka kita. Selain itu pembuluh darah kita akan memasok darah ke tempat luka tersebut untuk mengeluarkan agen-agen yang lain seperti neutrophil, karena semuanya ada di dalam pembuluh darah. Makanya jangan heran jika luka berwarna kemerahan dan hangat. Nyeri juga terjadi karena efek keluarnya agen-agen peradangan tersebut. Selain itu tubuh akan mengeluarkan faktor-faktor pembekuan sehingga luka bisa kering dan sembuh.
Sudah cukup stress kah kalian membaca ini?
Hmm… ini belum seberapa..
Tubuh kita juga memiliki pertahanan yang lain. interferon yang keluar jika ada infeksi virus, sel natural killer yang bahkan bisa membunuh sel kanker, dan sistem komplemen yang bisa diaktifkan oleh adanya benda asing dalam tubuh. Jika ada yang bertanya, kalau Allah sudah menciptakan sebegitu kompleknya sistem pertahanan tubuh kita, tetapi mengapa kita masih saja bisa terkena suatu penyakit? Terinfeksi virus? Terkena kanker? Dll….
Semua agen-agen itu bekerja dalam keseimbangan virulensi kuman, jadi jika virulensi cukup tinggi sedangkan tubuh kita sedang dalam kondisi drop, lemah, bisa saja kuman tersebut memenangkan pertarungannya melawan agen-agen pertahanan tubuh kita.. nah tetapi Allah juga memberikan kita jalan untuk bisa mencegah penyakit tersebut datang dan menjaga agar pertahanan tubuh kita tetap kuat. Caranya adalah lagi-lagi dengan life style kita, makan teratur dan bergizi, olahraga dan aktivitas cukup. Karena semua agen tubuh kita butuh energi. Jadi masihkah kita akan mengingkari nikmat Allah yang seharusnya kita bisa rasakan tiap hembusan nafas kita.
Nah,, tadi adalah agen-agen non spesifik.
Bagaimana dengan yang spesifik?
Jika kuman (antigen A) masuk ke dalam tubuh kita, setelah di serang oleh agen-agen non spesifik tadi, tidak berapa lama kemudian agen spesifik akan bekerja yang sesuai untuk antigen A. namanya adalah limfosit T dan limfosit B, keduanya akan membentuk 2 klon. Klon yang pertama adalah untuk menyerang, dan yang kedua adalah memori. Sehingga tubuh kita sudah memiliki memori dan mengenali jika suatu waktu antigen A itu datang menyerang lagi. Sel B akan membentuk immunoglobulin dengan bantuan sel T. dan sel T itu sendiri bekerja menyerang, dan juga mensupresi jika respon imun sudah telalu tinggi atau sudah mulai lebih dari yang diperlukan.
Jika mau anda melanjutkan lebih dalam lagi mengenai ini, saya yakin anda semakin takjub akan ciptaanNya, namun saya rasa sudah terlalu keras otak kiri ini bekerja.. kalau masih muat, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya lebih detail, atau baca buku tentang “fisiologi sistem imun”,  dijamin muter-muter tujuh keliling…. hahahaa…
Ya sebenarnya tulisan ini bukan bermaksud saya menggurui anda tentang sistem imun, tetapi saya hanya ingin dengan tulisan ini, bisa memicu kita untuk merenungi ayat-ayat Allah. Mempelajari ilmu-ilmu Allah yang begitu luas. Begitu sempurnanya sistem pertahanan tubuh kita, sehingga kita juga harus menjaganya sebagai tanda syukur kita telah diberi nikmat begitu banyak dan begitu hebatnya. Begitulah tanda-tanda bagi orang-orang yang mau berfikir-----

@my lovely room, komplek timah, RS Fatmawati, 17 Juli 2012 (pasca ujian interna buat ngilangin ke-bete-an)

AL-QADAR


Jibril: “Iqra’ yaa Muhammad!!” (bacalah wahai Muhammad!!)
Muhammad: “Maa ana biqaari’in…” (saya tidak bisa membaca)
Dalam dekapan rapat hingga dada tak sanggup menghembuskan nafas, malaikat jibril memeluk erat Rasulullah ketika beliau sedang duduk beri’tikaf di gua hira,
Ketika perintah itu dibacakan ketiga kalinya, nabi Muhammad tetap dengan jawabannya, bahwasanya beliau tidak menolak kenyataan bahwa dirinya tidak bisa membaca dan menulis, hingga akhirnya wahyu pertama itu turun,
“iqra’ bismirobbikalladzi kholaq…”
Perintah membaca jauh lebih dahulu dibandingkan perintah shalat dan ibadah lainnya, betapa perintah menuntut ilmu itu jauh lebih dahulu dibandingkan perintah untuk beribadah, karena ibadah tidak akan ada artinya tanpa ilmu, ibarat sebuah HP, powernya adalah ilmu, sehingga ibadah kita perlu di charge dengan ilmu kita, telah banyak terjadi di sekitar kita orang-orang dengan ambisi ibadah tapi tidak diimbangi dengan ilmu yang akhirnya ibadah yang dikerjakan mengarah kepada kesesatan. Naudzubillahi min dzalik..
Betapa ilmu itu sangat dihargai dalam islam, betapa tinggi derajat orang berilmu di mata Allah, dan semulia-mulia ilmu adalah Al-qur’an
Pepatah arab menyatakan:
“al-qur’an asyroful kutub fil ‘alam, fa asyroful ‘ulum ta’limul qur’an, fa asyrofunnas man ta’allamal qur’an”
Al-qur’an merupakan kitab yang paling mulia di seluruh dunia, maka ilmu yang paling mulia adalah ilmu al-qur’an, dan maka orang yang paling mulia adalah orang yang mempelajari al-qur’an.
Sehingga jelas bahwa bukan orang yang paling tinggi kedudukannya di dunia atau orang yang paling kaya yang paling mulia, tetapi orang yang paling mulia adalah orang yang mempelajari al-qur’an.
Al-qur’an yang karena keagungannya sehingga Allah menurunkannya di malam yang spesial pula, malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Selain itu Allah memilih bulan Ramadhan, bulan yang sungguh mulia juga, dimana disitu dibuka pintu kebaikan dan pintu pengampunan. Betapa agungnya Al-Qur’an itu.
Dalam surat al-qadar dipaparkan dengan jelas betapa Allah mengagungkan al-qur’an. Al-qadar itu sendiri berarti agung. Dalam bahasa arab, qadar bisa berarti banyak. “syahadatutaqdir” artinya piagam penghargaan, “nahnu nuqoddiruhu bi’ilmihi” artinya kita memuliakannya karena ilmunya, “innallaha ‘ala kulli syai’in qodiir” sesungguhnya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu, “al-imaanu bil qodho’ wal qodar” percaya kepada ketetapan Allah, “lailatul qadar” berarti malam keagungan


Pada ayat pertama surat al-qadar Allah menekankan dua hal, yang pertama adalah al-qur’an dan yang kedua adalah lailatul qadar, al-qur’an kitab yang agung diturunkan pada malam yang agung, malam tersebut agung bukan karena turunnya al-qur’an tetapi memang sudah agung sebelum turunnya al-qur’an.
Disitu bahasa arab menurunkan menggunakan kata “anzala”, sedangkan beberapa kata di qur’an menggunakan kata “nazzala”, sering ditanyakan oleh dosen atau guru kita, perbedaan kata “anzala” dengan “nazzala”, kalau “anzala” artinya “menurunkan secara langsung” sedangkan “nazzala” artinya “menurunkan secara bertahap”. Ada dua proses penurunan al-qur’an
  1. “anzalnal qur’an duf’atan wahidatan minallauhil mahfudz ila sama’I dunya” (telah kami turunkan al-qur’an secara langsung dari lauhul mahfudz ke langit dunia)
  2. “tsumma nazzalnal qur’an nujuman minassama’iddunya ila rosulillahi shollallau alaihi wasallam” (kemudian kami turunkan al-qur’an secara berangsur-angsur dari langit dunia kepada rasulullah SAW)
“innaa” merupakan harf tauqid, karena al-qur’an merupakan kitab yang agung, serius, tidak main-main, sehingga di sini Allah menggunakan huruf penekanan.
“anzalna” dipakai karena Allah menurunkan secara langsung, untuk itulah Al-qur’an bukan kitab biasa
“hu” disini digunakan kata ganti, Allah tidak menggunakan kata “al-qur’an” karena Allah benar-benar mengagunkannya, sebagai contoh jika seorang istri memanggil suaminya, karena penghormatan tidaklah mungkin istri tersebut memanggil nama suaminya secara langsung, tetapi menggunakan kata ganti.

Pada ayat kedua surat al-qadar ini disebutkan seolah-olah sebuah kalimat pertanyaan, tetapi sesungguhnya ini bukan kalimat pertanyaan.
Sebagai contoh di dunia nyata kita, misalnya ada presiden datang ke kampong kita, kemudian kita bertanya “tau gak sih kamu dia siapa?”, pertanyaan tersebut bermaksud karena saking agung dan tingginya al-qur’an.

ya, jelas bahwa malam lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan, karena apa? Karena mala mini sangat istimewa, dijelaskan pada ayat ini bahwa malam lailatul qadar lebih baik dari malam 1000 bulan, pada ayat selanjutnya dijelaskan pula:

Karena pada malam itu, Allah lebih menyukai tangisan hambaNya dibandingkan suara tashbih para malaikatNya (kapan lagii cobaa….??), pada malam itu, semua malaikat termasuk jibril (al-ruh) diperintahkan untuk turun, menjaga agar malam itu senantiasa sejahtera, mengatur angin dan cuaca, mengatur segala urusan Allah.

Menjaga kesejahteraan dan kedamaian hingga terbit fajar. Sehingga berakhirlah malam lailatul qadar.
Semoga jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan pada malam lailatul qadar, malam yang sangat istimewa, shalat kita pada malam itu lebih baik dari shalat kita selama 1000 bulan = 83 tahun 4 bulan, jadi semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan malam lailatul qadar tersebut.
Sekarang kita terlalu banyak disibukkan oleh urusan dunia kita, sehingga kita beralasan untuk tidak membaca al-qur’an, dan hanya bisa berkata “Tuhan, maaf saya sibuk”, sungguh malu rasanya, nabi Muhammad dengan berjuta-juta kasus peliknya, beliau adalah pemimpin Negara, pemimpin ummat, tetapi al-qur’an tak pernah sekalipun beliau singkirkan dalam hidupnya, hanya satu malam lailatul qadar dalam hidupnya yang beliau tinggalkan, tapi kita hanya berdalih “maaf Tuhan, saya seorang mahasiswa dengan setumpuk tugas yang harus diselesaikan, saya seorang koas dengan segudang masalah dan deadline yang harus dikerjakan, saya seorang karyawan yang jika tidak melaksanakan perintah maka saya akan dipecat oleh bos saya, saya seorang pejabat Negara, saya seorang presiden…..”
Na’udzubillahi mindzalik, betapa malu kita menjadi ummat nabi Muhammad jika kita lebih takut untuk meninggalkan urusan dunia dibandingkan urusan akhirat kita, betapa bodohnya kita jika kita lebih rela berjam-jam mengurus harta dan dunia kita daripada untuk duduk membaca al-qur’an dan mempelajari ilmuNya. Betapa tidak tahu dirinya kita jika kita lebih memilih bergadang untuk uang dibandingkan bangun malam untuk mendirikan shalat. Betapa banyak urusan Allah yang telah kita singkirkan dari kehidupan kita. Mari kita selalu bermuhasabah, evaluasi diri, sering-sering menge-charge iman kita dengan ilmu yang bisa kita dapat dimana saja. Kesempatan selalu ada, hanya pilihan untuk menggunakannya ada di tangan kita.

sebenarnya saya memimpikan bisa menuliskan seperti tulisan Fahd Djibran,, tapi itu terlalu membual, hasilnya masih tetap monoton, tetapi tetap seperti harapan saya, semoga setetes tinta mampu menggerakkan seribu manusia, jadi apapun hasilnya, ini masih dalam tahap pembelajaran, jadi mohon maaf jika banyak kesalahan dalam berkata, berbahasa, sangat menerima koreksi pembaca, maaf banyak kalimat bahasa arab yang diketik dengan bahasa latin (gak punya font nya..) harap maklum,,,  terimakasih.. semoga bermanfaat...

AL-LAHAB


Kita tahu bahwa hidup ini penuh dengan pilihan. Sampai anda mau membaca notes ini, itu adalah pilihan. Notes ini saya buat setelah menerima kajian dari ust.amir di masjid ELNUSA dalam kajian tafsir qur’an juz 30 setiap hari Rabu. Pilihan untuk menulis atau tidak adalah saya yang menentukan. Pilihan untuk membaca atau tidak adalah anda yang menentukan.  Mau membaca artinya anda tertarik dengan secercah kebaikan yang bisa kita pelajari dari al-qur’an, atau tidak mau membacanya artinya anda tidak tertarik untuk menerima ajaran kebaikan ini.
Begitu juga dengan seseorang yang bernama “abu lahab”. Menjadi seseorang yang hingga dilaknat oleh Allah adalah juga pilihan.
Jika kita ingin belajar ilmu mengenai takdir, maka pahamilah jenis-jenis takdir di bawah ini. Bahwa takdir ada 3 macam:
1.       Allah yang menentukan tanpa bisa diintervensi oleh manusia.
Misalnya bentuk wajah, dari ibu siapa kita dilahirkan, warna kulit, dsb. Karena hal tersebut Allah yang menentukan maka tidak ada hubungannya dengan syurga maupun neraka
2.       Allah yang menentukan tapi manusia wajib berusaha, namun usaha tidak menjamin.
Misalnya kaya atau miskin.
Karena usaha tidak menjamin, maka hal ini tidak dihubungkan dengan surga atau neraka. Banyak orang sudah berusaha namun masih saja tetap miskin, banyak pula orang hanya duduk namun kaya, contohnya bayi dari seorang raja baru lahir sudah kaya. Banyak orang miskin menjadi ahli juga, begitupun sebaliknya banyak orang kaya jadi ahli neraka. Namun zaman sekarang ini rasaya orang miskin sama sekali tidak dianggap. Jika seorang ustadz pergi memberikan kajian menumpang becak ke tempat kajian, maka banyak dicemooh dan tidak dihargai, jika ustadz tersebut mengendari mobil mewah, barulah disanjung-sanjung dan sangat dihargai.
3.       Allah menentukan pilihan dan manusia diberi kemampuan untuk memilih sehingga manusia wajib berusaha menentukan pilihannya
Jika manusia berbuat kebaikan maka ganjarannya pahala, sebaliknya jika berbuat kemungkaran maka ganjarannya dosa. Hal inilah yang dikaitkan dengan syurga dan neraka.
Apakah menurut anda seorang abu lahab sengaja ditakdirkan oleh Allah menjadi orang yang jahat? Tidak. Allah sudah memberikan ia pilihan, bahkan Allah memberikan contoh seorang Nabi di depan matanya. Abu Lahab adalah contoh nyata seseorang yang telah menyia-nyiakan pilihan yang Allah berikan.
Mari kita masuk ke tafsir qur’an surat al-lahab ini.
Al-lahab dalam bahasa arab berarti gejolak api. Mengapa surat ini disebut al-lahab? Karena pada ayat pertama terdapat kata al-lahab. Surat ini juga ada beberapa yang menamakan al-masad, karena pada akhir ayat terdapat kata al-masad.
Surat ini mengisahkan tentang zaman Rasulullah SAW, ada seseorang yang selalu bergejolak hingga diberi julukan “abu lahab”. Setiap Rasulullah bergerak sedikit untuk maju, selalu ada yang berapi-api. Inilah dia paman beliau sendiri, abu lahab.
Ketika zaman nabi Musa orang yang paling ingkar adalah Fir’aun, manusia yang lebih berbahaya dibandingkan iblis. Karena iblis tak pernah menganggap dirinya sebagai tuhan. Ketika zaman Rasulullah ada Abu Lahab. Perbedaan antara keduanya adalah bahwa istri fir’aun yang bernama Asiyah merupakan seseorang yang beriman karena syari’at sebelumnya membolehkan wanita beriman menikah dengan lelaki kafir baik itu ahli kitab maupun orang musyrik, syari’at pada zaman nabi Adam membolehkan menikah dengan saudara kandung asal bukan saudara kembar karena jumlah orang masih sedikit. Pada zaman Rasulullah, syariat telah disempurnakan, maka laki-laki beriman hanya untuk perempuan beriman begitu juga sebaliknya.  Istri abu lahab yang bernama umu jamil ini juga sama kafirnya. Dia adalah contoh istri yang taat pada suami bahkan dalam hal keburukan. Padahal dalam agama kita telah jelas bahwa “laa tho’ata limakhluqin fii ma’shiyatil kholiq” (tidak ada ketaatan bagi seorang makhluk dalam kemaksiatan terkhadap Sang Khalik), baik itu kepada orang tua, suami/istri, keluarga, dan makhluk lainnya.
Begitulah Allah menggambarkan bahwa ada kisah-kisah yang belum tentu suami dan istri seimbang dan sama aqidah dan akhlaknya. Begitu pula dengan kisah nabi Nuh as dan nabi Luth as. Dan begitulah Allah menggambarkan syari’at dahulu dan sekarang berbeda.
Dalam Q.S. Al-Maidah ayat 48 menjelaskan bahwa setiap kitab yang dibawa oleh rasul-rasul sebelumnya mengandung syari’at2 lokal, sedangkan sifat al-qur’an adalah universal. Dalam surat an-Nisa’: 46, al-Maidah: 13 dan al-Maidah:41 kata-kata “yuharrifunal kalmia” diulang-ulang, menjelaskan bahwa dalam ajaran-ajaran kitab terdahulu, agama Islam telah dibenarkan adanya, Nabi Muhammad ada dan mereka mempercayainya sebagai nabi terakhir bahkan sebelum nabi Muhammad lahir, namun dalam surat-surat tersebut Allah berfirman bahwa kitab-kitab tersebut telah diganti isi kandungannya, karena meski mereka tahu kebenaran, tetapi mereka tidak mau mengakuinya. Kebanyakan peneliti-peneliti bertanya “jika kitab-kitab tersebut benar, mengapa ada revisi?”, namun buku-buku keagaman di negara barat susah mendapatkan izin publish, sehingga masyarakatnya cenderung atheis. Meskipun tempat peribadatan terkadang beberapa penuh, namun hanyalah suatu formalitas.
Dalam ayat pertama disebutkan kata “tabbat” yang artinya celakalah, lafadz ini langsung diwahyukan pada Nabi setelah abu lahab sering menggunakan kata itu untuk mengumpat nabi SAW. Dalam tafsir ibnu katsir terdapat hadist dari Abbas dari Nabi SAW menjelaskan ketika nabi pergi ke pasar kemudian nabi menaiki gunung dan menyeru “yaa shahabaa” kemudian berkumpullah orang-orang quraisy, karena dalam benak orang-orang quraisy nabi dikenal sebagai al-amin (yang terpercaya).
Subhanallah bayangkan jika zaman ini kemauan berdakwah orang islam seperti zaman itu, setiap pergi ke pasar, berdakwah, pergi kemanapun, berdakwah. Sedangkan tatkala kita pergi ke mall, semua buyar. Bahkan shalatpun terkadang lupa. Naudzubillah min dzalik.
Kemudian Nabi bersabda: “apakah kalian tau jika saya menceritakan kepada kalian ada musuh yang menyerang kita saat pagi atau sore hari, apakah kalian akan mempercayaiku?”
Begitulah teknik komunikasi Rasulullah SAW. Teknik dakwah yang diajarkan oleh rasulullah dan sopan santun ketika pertama kali bertemu dengan orang lain. Yang dilontarkan adalah sebuah pertanyaan, bukan langsung memerintah untuk mempercayainya.
Ketika itu, ada seseorang berkata “alihadza jama’tana? (apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami?) Tabban laka (celakalah kamu)” , ketika seseorang menanyakan siapakah orang itu? Mereka menjawab, dia adalah paman nabi, abu lahab. Maka langsung  Allah wahyukan ayat tersebut dan berbunyi “tabbat yadaa abi lahab” kemudian kata terakhir yang berbunyi “wa tabb” itu merupakan suatu penegasan bahwa ia akan benar-benar celaka.
“yadaa” yang artinya kedua tangan, dalam bahasa arab sering dikiaskan, bukan berarti hanya kedua tangan yang terbakar, tapi juga seluruh tubuhnya, seluruh masa depannya.
Dalam ayat kedua disebutkan yang artinya :
 “harta dan apa yang ia peroleh tidak akan ada gunanya”.
Dalam usaha untuk menghambat dakwah Rasulullah, semua ia korbankan. Harta, waktu, tenaga dan pikiran semua ia kerahkan untuk menghambat dakwah Rasul. Namun dalam al-qur’an dijelaskan bahwa itu tidak akan ada gunanya. Itu adalah contoh bahwa harta dan apapun yang kita usahakan dalam kemaksiatan tidak akan ada gunanya.
Ayat ketiga berbunyi:
سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
“ia akan dimasukkan ke dalam api yang menyala”
Ayat keempat berbunyi:
“dan (begitu pula) istrinya pembawa kayu bakar”
Istri Abu Lahab merupakan salah satu tokoh wanita Quraisy. Namanya adalah Auraa’ bintu Harb bin Umayyah kunyahnya Ummu Jamil, saudara perempuannya Abu Sufyan (bapaknya Muawiyyah). Sebagaimana suaminya, ia juga merupakan wanita yang paling besar gangguan dan permusuhannya terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Ia dan suaminya bahu-membahu dalam permusuhan dan dosa. Ia curahkan segenap daya dan upayanya untuk mengganggu dan memusuhi beliau shalallahu ‘alaihi wasallam. Pernah ia membawa dahan yang penuh duri, lalu ia tebarkan di jalan yang sering dilalui oleh Rasulullah pada waktu malam, sehingga melukai beliau dan para shahabatnya.
Maka terkumpullah di punggung wanita jahat ini dosa-dosa, seolah orang yang mengumpulkan kayu bakar yang telah mempersiapkan seutas tali di lehernya. Atau ayat ini bermakna pula di dalam neraka wanita ini membawa kayu bakar untuk menyiksa suaminya sambil melilitkan dilehernya seutas tali dari sabut. Sedangkan Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Qatadah dan As-Sa’dy menafsirkan ayat ini dengan namimah. Maksudnya istri Abu Lahab profesinya sebagai tukang fitnah. Al-Imam Muhammad bin Sirin rahimahullah (salah seorang tokoh besar dan ulama` tabi’in) berkata: “Istrinya Abu Lahab memfitnah Rasulullah dan para sahabatnya kepada musyrikin.” (Fathul Bari dan Tafsir Ibnu Katsir)
Ayat kelima
فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدَ
Yang dilehernya ada tali dari sabut.”
Al-Imam Al-Fara mengatakan: “Al-Masad adalah rantai yang ada di neraka, dan disebut juga tali dari sabut.” (Fathul Bari)

Dua ayat terakhir menggambarkan keadaan awal dan keadaan di akhir.
Alhamdulillah akhirnya selesai menuliskan ini. Semoga apa yang telah saya tuliskan dapat bermanfaat bagi yang membacanya.  Semoga dengan contoh ini kita dapat sama-sama belajar. 

Jika bukan kau


dalam bisu layaknya patung
dalam harap yang tak berujung
dalam doa yang tak terhitung

entah malaikat apa yang selalu membisiki
mamasuki dan merasuk dalam lubuk hati
hingga keyakinan ini amatlah terpatri
tak goyah oleh beribu ambisi

jika bukan kau imamku nanti
hapuslah segala keyakinan ini
meski sudah menancap tajam
meski sudah mengakar dalam

ku ingin kau tetap menjadi pangeran sejati
menebarkan panji-panji islam tiap derap langkah kaki
tidak pantang oleh hawa nafsu birahi
kasih Allah selalu menyelimuti
sampai akhir hayatmu nanti....

Jakarta, 15 Oktober 2010

Tak ada yang seindah kepakan sayapmu


di atas secarik kertas ini kugoreskan,
meski tak pernah ada kata yang pantas diucapkan
di atas belahan bumi ini kupijakkan,
meski tak ada tempat yang pantas menggantikan

membalas tulus doamu
di tempat terindah di sisimu

jika aisyah adalah wanita paling mulia,
maka bagiku engkaulah wanita paling mulia
jika cleopatra adalah wanita paling cantik,
maka bagiku engkaulah wanita paling cantik
jika kartini adalah wanita paling berkarisma saat itu,
maka bagiku engkaulah wanita paling berkarisma saat ini, dulu, dan sampai nanti

ibu...
meski sekilas kau tampak nyaman dalam singgasanamu
meski sekilas kau tampak anggun dalam bahasa tubuhmu
meski sekilas kau tampak kuat dalam cobaan hidupmu...

tak ada yang tahu...

begitu berat beban di pundakmu,menyaingi beratnya kiloan baja
begitu banyak kasus pelik menimpamu, mengalahkan jutaan bintang di angkasa
begitu luas beban tanggungjawabmu, hingga mampu menampis hamparan samudera,
begitu deras ujian menghadangmu,sederas hujan badai dunia

sampai terbersit dalam pikirku,
ibu mana yang sanggup menggantikanmu

dari urusan dapur hingga masalah negara,
dari urusan satu dua anak, sampai ribuan,
dari mengandung, menyusui hingga membesarkan
dari mengeja, mendidik dan menyekolahkan, sampai menikahkan,
dari merintis, mengelola, sampai mensukseskan,

betapa tidak engkau terlihat lebih tua dibandingkan wanita seusiamu,
betapa tidak guratan kerut dan helaian uban satu persatu menghampirimu,

tanpa mengharap imbalan,
malah bentakan,
tanpa mengharap jasa,
malah luapan amarah,
tak banyak yang mengertimu,

hanya senyum tulus yang kau harap,
hanya kesuksesan anak didik yang kau ingin,
hanya sentuhan kasih dan saling peduli yang ingin kau lihat,
hanya kedamaian,
tak salah orang memanggilmu,
"wahai, jiwa yang tenang..."

sungguh,,,
akan kupetikkan bintang yang paling terang untukmu,
akan kubawa bersama doa restumu,
sebagai kepakan sayap terindahku,
tak ada yang seindah sunggingan senyum di bibirmu,
dan tak ada yang seindah kepakan sayapmu

                                                                                Jakarta, 26 september 2010

Mimpi itu semakin dekat


hari yang tak terduga
sidang penuh dengan paksa
tiada senyum dan tawa
hanya tegang yang ada

bantai membantai pun dibuka
bagai tentara kusiapkan senjata
badai perangpun telah tiba
kusambut dengan penuh sahaja

hari yang penuh kebahagiaan
ketika kau dinyatakan lulus ujian
gelar S.Ked akhirnya kau sandang
tangis haru penuh sambutan..

wahai, teman sejawat seperjuangan
tidakkah sudah lama dipertanyakan
tapi tak pernah muncul jawaban

"nak,, kapan kau lulus?"
"nak,, kapan kau kenakan jas putih itu?"
"nak,, klinik depan rumahmu sudah menunggu.."

ayah, ibu, kami di sini sedang berjuang
melawan berjuta rintangan
hanya doa kalian yang kugenggam

kini kubuktikan hasil kerjaku selama ini
meski harus tertatih dan terjatuh berulang kali
meski tak terlalu serius aku menggali
meski rasa malas sering menghampiri
meski rasa bosan dan jenuh sering menghantui

walau harus dengan degupan kencang jantung kalian,
semakin nyata langkah kita kedepan
walau jalan kita masih panjang,
mimpi itu semakin dekat, kawan!

inilah wujud nyata kasih Allah kepada kita,,
bersyukurlah masih bisa merasakannya,,

yarfa'illahulladziina amanuu minkum walladzina uutul ilma darojaatt....

                                                                                                @my lovely room, fatmawati, 16 oktober 2010

HAPPY WEDDING DAY OUR FUNNY GIRL


@bangsal IRNA RSUP Fatmawati lantai 4 selatan, Rabu, 29 Juni 2011, pukul 22.00 WIB
Tak tau kenapa, semenjak ada berita mengejutkan itu, tak sabar rasanya hati ini ingin segera pulang, menengok si gadis mungil itu yang ternyata besok dia menjadi sosok wanita sempurna mengikuti jejak langkah sunnah rasulullah yang mulia bersama siti khadijah r.a, sayidah aisyah r.a dan beberapa lagi yang lainnya. Proses khithbah yang dilaksanakan beberapa bulan lalu rasanya sangat menampar pipi, mengagetkan.. dia, seseorang yang sangat akrab dan teman bermain sejak kecil akhirnya menemukan kebahagian lain di kehidupan barunya.
Tak tau juga kenapa, aku bahkan merasa lebih heboh dibandingkan dia, jauh-jauh hari merencanakan kostum dari baju, kerudung sampai sepatu, make up, asesoris dan lain sebagainya seakan-akan tak mau ketinggalan, sampai aku turut serta menentukan tanggal dan memaksa untuk tetap mengadakannya bulan September 2011, karena bulan itu aku pulang. Meskipun aku tahu kehadiranku nanti sama sekali tak akan disorot, sambil mendendam ringan dalam hati “ah sial, bocah tengil itu mendahuluiku….”
Siapapun orang yang mengasuhnya kala itu, bulek M adalah orang yang paling lama mengasuhnya sedari kecil, dengan sabar dan ikhlasnya beliau yang hingga sekarang tak dikarunai anak itu merawatnya hingga menjadi gadis yang dewasa. Tak heran jika beliau sangat berarti untuk bocah ini. Bocah kecil yang berusia 4 tahun dulu itu, masih tak mau melepaskan dot susu yang berisi teh untuk bekal ke sekolah setiap hari. Hingga sudah kelas 2 SD pun masih tak mau melepas dot berisi teh itu, akhirnya dengan rasa sedikit iba dan tak tega, kebohongan itu terpaksa dilakukan untuk tujuan mendidik. “dek, dot itu dilindas mobil lek K”, sehingga menangislah bocah itu. Sejak itulah dia tidak lagi membawa dot itu lagi ke sekolah.. (malu2in ih…..)
Sebuah foto di album merahku menggambarkan 2 orang anak kecil berbusana muslim dengan corak dan model yang sama berwarna hitam-merah bermotif kotak-kotak, duduk di tangga depan rumah samping toko dan kamar mandi luar di bawah pohon keres, mengingatkanku 15 tahun lalu ketika kami pulang dari mengaji TPA, setiap hari kami bermain sepeda, kemudian kami menyempatkan waktu mengunjungi sebuah toko rujak yu Q di barat musholla pak F, kemudian malam hari kami belajar bersama dengan teman-teman yang lain di rumah mbak I, lalu kami menonton sinetron sampai larut malam, kemudian pagi-pagi mandi bersama dengan air ruam-ruam kuku. ah..terlalu banyak kenangan manis kulalui bersamanya. Tak akan cukup aku bercerita di sini.
Hobi kami adalah bermain boneka, bukan boneka Barbie seperti halnya mainan anak-anak sekarang, tapi boneka yang kami buat sendiri dari daun pisang, bermain dagangan, ada yang menjual dan ada yang membeli dengan menggunakan uang daun, seakan merasa hari tua nya nanti kami akan menjadi pedagang. bersamanyalah aku lewati hari-hari masa kecilku dengan semua aktifitas yang tak akan bosan dikerjakan meski sudah terlampau sering. Aku sangat gondok dan kesal jika ditinggalnya pergi begitu saja dan jika tidak diajaknya. Dia memiliki pribadi yang periang,  sehingga tak akan bosan orang yang dekat dengannya, termasuk aku.
 Tak ada yang istimewa. Bocah penggemar pecel sayur itu terlalu sederhana dalam bertutur kata, dalam bersikap, dan berpakaian. Supel dalam pergaulannya. Tak ayal banyak teman yang menyukainya. Sejak kecil sampai sekarang, teman2 yang dia punya tak pernah terpecah. Sempat dalam hatiku iri terhadapnya, aku ingin memiliki teman yang banyak sama pula dengannya. kala itu dia bersama teman-temannya sedang main loncat tali, dengan hasrat keanak-anakan, aku ingin sekali bergabung, tapi sialnya, waktu kecil aku terlalu cengeng dan terlalu egois sehingga tak satupun dari mereka mau menerimaku dan sekongkol mengeluarkanku dari permainan itu. Hal itulah yang menjadi kelebihannya.
Bocah yang tumbuh menjadi gadis remaja mulai pula mengenal apa yang namanya cinta. Cinta memang tak akan pernah bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Jadi terserah anda mau mengartikan apa itu cinta. Seperti layaknya seorang manusia lain, dia juga pernah merasakan yang indahnya jatuh cinta, namun kenyataannya rasa itu ia pendam dan tak mau ia ungkapkan ke yang lain. Dia merasa terlalu over PD jika sesuatu itu diungkapkan, toh belum tentu dengan lelaki itu ia akan bersama nanti. Takut jika diungkapkan dan disampaikan kepada orangnya akan merubah kepada keadaan yang sama sekali tidak diinginkan. Seperti itu pulalah sosok wanita perindu syurga, tak mau bermain dengan permainan dunia semata. Tak neko-neko harapannya, dia hanya menginginkan pasangan hidup yang bisa membawanya kepada kebahagiaan yang hakiki.
20 tahun kebersamaan kami itu rasanya sekarang berakhir ditutup dengan sebuah momen yang sangat mengharukan, tak akan ada lagi tawanya bersamaku, tak akan ada lagi waktu bersenang-senangnya bersamaku seperti halnya dulu, bermain kempyeng, abak’an, loncat tali, bersepeda, jalan, keliling mall sampai pasar, makan, karaokean,  semua itu kini akan menjadi kenangan yang akan selalu tersimpan.  Tak sepantasnya aku sedih akan hal ini, karena dia akan mendapatkan kebahagiaan itu, dan aku tahu di tengah bahagianya dalam kehidupan nanti, masih akan ada waktu untukku, aku yakin itu.
Mungkin dia tidak mengharapkan apa-apa dariku, dengan kehadiranku saja sudah sangat berarti untuknya. Aku tak bisa memberi apa-apa, hanya catatan kecilku ini saja yang aku buat untuknya, semoga do’aku bisa menjadi kado terindah untuknya.
“….. dek, 20 tahun kita bersama meninggalkan kenangan manis yang tak terhitung jumlahnya, Allah selalu mendengar do’amu, dalam setiap tangis dan shalatmu, Allah selalu menjagamu, melimpahkan semua rahmat untukmu, Allah tak pernah lengah dari perhatianNya terhadapmu, dalam setiap gerak amal hidupmu, selalu terlimpahkan barakah..
Dek, mungkin sekarang tak pantas lagi kita membuang energi kita untuk hal-hal yang kita pernah lakukan di masa-masa sebelumnya, karena ternyata kini kau sudah memiliki tanggungjawab penuh untuk sesuatu yang lebih indah. Allah akan selalu menyayangimu dalam semua amalmu untuknya, dia adalah sumber dan ladang ibadahmu. Lakukanlah apa yang sayyidina Aisyah r.a lakukan terhadap nabi Muhammad SAW, syurga akan selalu menantimu.
Dek, tidak ada yang bisa aku berikan, hanya do’a untukmu, semoga kau bahagia, semoga kau bisa membawa trofi kemenangan seorang wanita mulia dengan gelar istri shalihah, semoga tidak ada kendala dalam jalan hidupmu bersamanya, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah selamanya, hingga akhirnya dia bisa mengantarmu ke pintu syurga manapun yang kau pilih……. Amin amiin yaa rabbal alamiinn……”

لكما و بارك عليڪما و جمع بينكما في خير بارك الله