Beribu serpihan niat mulia
Berkeping-keping tak tersusun rata
Sendiri dalam diam terlarut asa
Merajut mimpi menjadi nyata
Menyusun azzam berbuih pahala
Harapan telah terurai dalam rintihan doa
Lafadz selalu terjaga dalam ritual
Tangis tak tersendu tiap sujud malam
Sabar bersandar pada hati yang lapang
Selalu tampak kerutan kening dan rona wajah sendu
Memikirkan ribuan anak mengemis ilmu
Di pondok bambu kampung damai dalam asuhanmu
Da’wah bersangkar dalam genggaman iman
Jihad berpacu dalam titian jalan panjang
mengasuh mereka dalam buaian sayang
mengajarkan mereka agama Tuhan
mendidik mereka bahasa islam
Hanya berharap ridho Illahi bersemayam
Dalam setiap hembus nafas kehidupan
Tak sedikit mereka jatuh berceceran
Berserakan dan menusuk dari belakang
Tak sedikit mereka bertingkah seperti preman jalanan
Mencemarkan noda dalam putihnya iman
Menjatuhkan nama dalam hinar binar kejayaan
Tak sedikit mereka lupa akan amanah yang diberikan
Menginggalkan jutaan harapan yang telah dibangun bertahun-tahun silam
Asa sirna terkuak kejamnya dunia
Hancur tertelan bisikan hawa
Setan mencengkeram lemahnya iman
Merebut ribuan istana impian
Terlalu banyak kekecewaan ditelan
Hanya diredam dengan lantunan istighfar
Meskipun kekacauan tak pernah lepas
Senyum selalu tersungging walau tak bebas
Wibawa selalu terjaga bak mutiara lautan luas
Karena kau yakin pertolongan Allah tak terbatas
Lapangnya hati tak tergolong dimensi
Teguhnya prinsip tak akan terhenti
Harapan itu tidak akan pernah mati
hingga sangkakala menggoyahkan bumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar